Showing posts with label badmintonholic. Show all posts
Showing posts with label badmintonholic. Show all posts

Taufik,,Mengapa Kalah Lagi?

Masih seputar Olimpiade Beijing. Pejuang-pejuang bangsa yang tengah berlaga di negeri Panda berhasil mengibarkan Sang Merah Putih. Adalah Eko Yuli Irawan, lifter berusia 19 tahun, menjadi orang pertama yang mengibarkan bendera Indonesia. Disusul Lifter Triyanto, turut menyumbangkan satu perunggu untuk kontingen Indonesia. Total, baru dua medali perunggu yang berhasil di kumpulkan. Dengan demikian, Indonesia berada di urutan ke -31.

Dari arena bulutangkis, andalan tim Merah-Putih, Taufik Hidayat, harus tersingkir. Taufik menyerah dua set langsung dari Wong Choong Hann, 19-21 dan 16-21. Kondisi tidak membuat posisi Indonesia tidak menguntungkan. Karena tinggal menyisakan Sony Dwi Kuncoro di nomor tunggal putra. Padahal Taufik sebagai peraih medali emas Olimpiade harusnya mampu mengatasi lawan dari Malaysia ini. Kemerosotan performa Taufik sebenarnya sudah terasa sejak pegelaran Piala Thomas, Mei lalu. Dimana Taufik harus berjibaku mengalahkan lawan-lawannya. Bahkan terkadang Taufik harus mengentaskan game dengan rubber set, sebelum akhirnya menang.

Di unggulkan di tempat ketujuh, tidak berhasil membuat Taufik mampu mencetak kemenangan agar bisa melaju ke babak selanjutnya, melainkan harus mengantungkan harapan di pundak Sony.
"Saya harap juaranya bukan Lin Dan atau Lee Chong Wei, tetapi pemain Indonesia juga. Ini kesempatan terbesar untuk Sony menjadi juara. Kalau menunggu empat tahun lagi akan makin sulit," ujar Taufik.

Seingat saya, 4 tahun silam Taufik pernah berkata bahwa dia sangat menginginkan Emas Olimpiade, dan benar, kala Olimpiade Athena 2004, sekalipun dia tampil sebagai underdog, Taufik mampu merebut medali emas. Sekaligus meneruskan tradisi emas bulutangkis semenjak direbut pertama kali oleh duet Alan Budikusuma dan Susi Susanti. namun,jika kali ini taufik keok, entahlah saya tidak tahu kenapa. Yang pasti saya menyakini, bahwa Taufik adalah pemain yang sudah jadi. Jika dia memang ingin, dia pasti bisa memenangi gelar tersebut.

Untunglah, ganda Markis Kido/ Hendra Setiawan mampu mengatasi perlawanan Guo Zhendong/Xie Zhongbo sehingga Markis/Hendra mampu melaju ke babak perempatfinal.Game pertama berlangsung menegangkan, terutama pada poin-poin terakhir. Markis/Hendra sempat tertinggal 15-17, 15-18. Namun kemudian mereka mampu menyamakan skor 18-18 bahkan unggul 19-18.

Kabar baik juga datang dari pasangan ganda campuran Indonesia. Flandy Limpele/ Vita Marissa dan Nova Widiyanto/ Lilyana Natsir mampu mengatasi lawan-lawannya dan menyusul Markis/Hendra ke Perempat final. Begitu pun dengan pemain tunggal putri, Maria Kristin, turut melaju ke babak selanjutnya. Meskipun Maria harus berjunag dari babak kualifikasi sebelum akhirnya menyusul rekan-rekannya.


Sayang, keberhasilan 5 pemain Indonesia tersebut tidak diikuti pasangan ganda Luluk Hadiyanto/Alvent Yulianto. Luluk/Alvent harus mengakui keunggulan pasangan Jepang, Tadashi Ohtsuka/Keita Masuda, 21-19, 14-21, 14-21 pada babak 16 besar di Beijing University of Technology Gymansium, Selasa (12/8).

Overall,, pemain Indonesia pastilah sudah memberikan usaha yang maksimal. Meskipun hasilnya dirasa kurang. Kita doakan saja, smoga pejuang-pejuang yang tersisa mampu mempersembahkan yang terbaik utuk bangsanya. Terutama untuk cabang bulutangkis, dimana hampir separuh atlet dari kontingen Indonesia, tradisi emas harus terwujud. Entah itu dari nomor ganda putra atau ganda campura, atau mungkin dari nomor tunggal putra/putri.
Smoga,,smoga,,,medali emas tidak jatuh ke tangan China seperti piala Thomas yang sudah terlebih dahulu terbang ke Tiongkok. Kita doakan saja,,,

p.s :
Taufik,,jangan menyerah,, aphied tetep dukung Taufik sebagai Most Valuable Badminton Player.

foto: diambil dari kompas.com