Siapa Bisa Pecahkan Keramiknya?

Memasuki ruang media SMA 3 semarang Jumat-Sabtu, 13-14 Maret 2008 lalu, terasa ada yang berbeda. Kursi-kursi yang biasanya berada diruang tersebut, tidak berada di tempatnya. Yang ada hanya sederet meja panjang di depan, sebuah layar lengkap dengan lcdnya. Ya, hari itu seluruh siswa kelas XII sedang mengikuti Mindset Training. Meskipun dilaksanakan secara lesehan, namun tidak mengurangi semangat seluruh siswa untuk mengikuti acara hingga usai. Dibuka oleh Bapak Sigit Noer, trainer dari Widya Buana selaku pelaksana kegiatan ini, siswa-siswa dibawa untuk merenung, mengulas lagi apa yang telah dilakukan dari akhil baliq sampe usia sekarang ini. Tak pelak, banyak airmata yang mengucur saat sesi ini. Berlanjut ke sesi berikutnya, adalah pemutaran cuplikan film-film yang memuat nilai-nilai. Salah satunya adalah cuplikan dari film Vertikal Limit yang mencerminkan nilai bahwa hidup adalah pilihan. Ada lagi cuplikan dari kegiatan sehari-hari Nick, seorang yang maaf, tidak lengkap anggota badannya, namun dapat menjalankan segala aktivitasnya laiknya seorang yang memiliki anggota tubuh yang lengkap.

Tidak hanya pelatihan berupa motivasi saja, Mindset Training yang sudah kali kedua digelar ini juga menyisipkan pengetahuan tentang otak kanan dan otak kiri, sehingga siswa dapat belajar dengan lebih efektif dan efisien.
Ada pula relaksasi jika otak mulai terasa lelah. Caranya adalah tangan kanan membentuk pola " V " ato "peace" dan tangan kiri membentuk pola pistol. Goyangkan tangan kekanan dua kali dengan pola tersebut, lalu berkebalikan ke arah kiri. Goyangkan dua kali juga.

Tak terasa 4 jam berlalu. Tibalah saat di penghujung acara. Inilah dimana sesi yang paling dinanti, yaitu, memecahkan bohlam.

Logikanya sebuah bohlam pastinya akan pecah jika dibenturkan ke keramik.Disini para peserta diminta untuk memecahkan keramiknya.

Tujuan dari sesi ini adalah untuk mengukur kekuatan pikiran. Jika yang terjadi keramiknya pecah maka orang tersebut sukses menggunakan kekuatan pikirannya.Hampir seluruh siswa maju ke depan untuk membuktikan hal tersebut. Yang keramiknya pecah ada banyak, namun, yang bohlamnya pecah pun juga banyak.

Aphied sempet nyobain juga permainan yang satu ini. Percobaan pertama, bohlamnya mental. Yang kedua, pyar,,
keramiknya pecah. Hore!!

Ada sebuah ikrar yang terucap kala training ini ditutup. Bunyinya seperti ini.....
jika aku bisa mengubah pikiranku,
maka aku bisa mengubah keyakinanku,
jika aku bisa mengubah keyakinanku,
maka aku bisa mengubah harapanku,
jika aku bisa mengubah harapanku,
maka aku bisa mengubah tingkah lakuku,
jika aku bisa mengubah tingkah lakuku,
maka aku bisa mengubah sikapku,
jika aku bisa mengubah sikapku,
maka aku bisa mengubah kinerjaku,
jika aku bisa mengubah kinerjaku,
maka aku bisa mengubah nasibku,
jika aku bisa mengubah nasibku,
maka aku telah mengubah hidupku,,,



cHaLam__apHi3d

1 Response
  1. ririn Says:

    apiiid...terus terang saja,,,
    entah kenapa....
    setelah mindset,,,
    ada perubahan dalam diriku,,,
    sore itu,,,
    keluar dari R media....

    tiba2 aku merasa...
    kepala b'goyang, dunia berputar,kaki semutan,jalan miring2...perut krucuk2,,,

    serius pid,,,suwi bgt owk